Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts
Mar 11, 2013
Foto bareng seleb gan
Posted on 7:22 AM by Fariz Rayhan
Tips Berbusana Untuk Wanita Mungil
Posted on 7:13 AM by Fariz Rayhan
Tubuh mungil memang terlihat imut dan menggemaskan. Namun masalah yang
sering dihadapi adalah sedikit susah mempadupadankan baju. Ketahui tips
dan trik bagi kamu si tubuh mungil..
Tubuh mungil memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kelebihannya kamu akan terlihat imut dan menggemaskan. Namun kekurangannya, kamu juga sedikit susah mempadupadankan baju. Karena salah pakaian sedikit saja, tubuh kamu akan terlihat pendek. Sebenarnya masalah ini bisa kamu atasi dengan mudah, asal kamu juga tahu apa yang sesuai untuk tubuh kamu yang mungil tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuyk membuat tubuh kamu terlihat lebih tinggi, antara lain :
Warna
Kamu jauh lebih bisa bermain dengan warna-warna cerah dan lembut. Jangan takut untuk melakukan perpaduan warna atau boleh dibilang tabrak warna. Asalkan sesuai dan tetap perhatikan harmoninya. Jangan sampai kamu dianggap salah kostum karena sistem tabrak warna ini.
Padukan warna cerah dan lembut dalam satu kesatuan. Selain itu kamu juga bisa memilih busana busana dengan warna yang senada seperti atasan coklat muda dengan rok coklat tua. Perpaduan tersebut akan membuat tubuh terlihat lebih ‘panjang’. Warna-warna hitam yang monoton atau warna-warna gelap lainnya, wajib kamu hindari.
Jangan pas badan
Kalau ingin menunjukkan bentuk tubuh kamu, jangan kenakan busana yang terlalu bersiluet pas badan karena hal ini semakin membuat kamu terlihat mini dan kecil. Pilih yang lebih bervolume dan mengembang. Misalnya, untuk gaun mini, pilih yang bentuk potongan roknya A-line atau mengembang. Kamu juga bisa mencoba gaun mini berpotongan empire atau high waist.
Detil
Pakaian berdetil ruffle merupakan pilihan yang tepat untuk menyiasati tubuh mungil. Ruffle atau kerut pada bagian badan bisa memberi efek tubuh terlihat lebih berisi. Pilih blus atau gaun dengan ruffle di bagian leher atau dada. Gaun dengan aksen pita di pinggang juga bisa jadi pilihan tepat.
Motif
Hindari busana yang motif garis horisontal karena akan membuat tubuh tampak lebih lebar dan lebih pendek dari biasanya. Kamu juga harus menghindari memadukan busana dari atas hingga bawah dengan warna yang bertolak belakang. Seperti atasan putih dan celana hitam, karena hanya akan membuat siluet kamu ‘terpotong’.
Lebih baik kamu memilih busana dengan motif garis vertikal, blouse atau t-shirt model V-Neck akan meciptakan kesan tinggi pada tubuh kamu. Hindari atasan yang panjangnya mencapai paha karena akan membuat Kamu terlihat ‘tenggelam’ kecuali kamu memadukannya dengan rok pendek diatas lutut.
Sepatu
Setelah selesai bermain-main dengan baju, saatnya memilih sepatu yang sesuai. Jangan anggap remeh sepatu, karena busana yang sudah pas dengan tubuh kamu, akan menjadi terlihat tenggelam kalau kamu memilih sepatu yang salah.
Pilihlah sepatu model ujung runcing untuk membantu kamu terlihat lebih ramping dan tinggi. Hindari sepatu model ujung kotak atau bulat. Detail sepatu seperti T-strap, pita atau buckle yang besar sebaiknya dihindari, karena akan memberi efek seakan kamu ‘berat’ dan kelihatan pendek.
Kini tubuh mungil bukan lagi halangan bagi sobat untuk berkreasi dalam memilih baju. Selamat memilih-milih baju.
Tubuh mungil memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kelebihannya kamu akan terlihat imut dan menggemaskan. Namun kekurangannya, kamu juga sedikit susah mempadupadankan baju. Karena salah pakaian sedikit saja, tubuh kamu akan terlihat pendek. Sebenarnya masalah ini bisa kamu atasi dengan mudah, asal kamu juga tahu apa yang sesuai untuk tubuh kamu yang mungil tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuyk membuat tubuh kamu terlihat lebih tinggi, antara lain :
Warna
Kamu jauh lebih bisa bermain dengan warna-warna cerah dan lembut. Jangan takut untuk melakukan perpaduan warna atau boleh dibilang tabrak warna. Asalkan sesuai dan tetap perhatikan harmoninya. Jangan sampai kamu dianggap salah kostum karena sistem tabrak warna ini.
Padukan warna cerah dan lembut dalam satu kesatuan. Selain itu kamu juga bisa memilih busana busana dengan warna yang senada seperti atasan coklat muda dengan rok coklat tua. Perpaduan tersebut akan membuat tubuh terlihat lebih ‘panjang’. Warna-warna hitam yang monoton atau warna-warna gelap lainnya, wajib kamu hindari.
Jangan pas badan
Kalau ingin menunjukkan bentuk tubuh kamu, jangan kenakan busana yang terlalu bersiluet pas badan karena hal ini semakin membuat kamu terlihat mini dan kecil. Pilih yang lebih bervolume dan mengembang. Misalnya, untuk gaun mini, pilih yang bentuk potongan roknya A-line atau mengembang. Kamu juga bisa mencoba gaun mini berpotongan empire atau high waist.
Detil
Pakaian berdetil ruffle merupakan pilihan yang tepat untuk menyiasati tubuh mungil. Ruffle atau kerut pada bagian badan bisa memberi efek tubuh terlihat lebih berisi. Pilih blus atau gaun dengan ruffle di bagian leher atau dada. Gaun dengan aksen pita di pinggang juga bisa jadi pilihan tepat.
Motif
Hindari busana yang motif garis horisontal karena akan membuat tubuh tampak lebih lebar dan lebih pendek dari biasanya. Kamu juga harus menghindari memadukan busana dari atas hingga bawah dengan warna yang bertolak belakang. Seperti atasan putih dan celana hitam, karena hanya akan membuat siluet kamu ‘terpotong’.
Lebih baik kamu memilih busana dengan motif garis vertikal, blouse atau t-shirt model V-Neck akan meciptakan kesan tinggi pada tubuh kamu. Hindari atasan yang panjangnya mencapai paha karena akan membuat Kamu terlihat ‘tenggelam’ kecuali kamu memadukannya dengan rok pendek diatas lutut.
Sepatu
Setelah selesai bermain-main dengan baju, saatnya memilih sepatu yang sesuai. Jangan anggap remeh sepatu, karena busana yang sudah pas dengan tubuh kamu, akan menjadi terlihat tenggelam kalau kamu memilih sepatu yang salah.
Pilihlah sepatu model ujung runcing untuk membantu kamu terlihat lebih ramping dan tinggi. Hindari sepatu model ujung kotak atau bulat. Detail sepatu seperti T-strap, pita atau buckle yang besar sebaiknya dihindari, karena akan memberi efek seakan kamu ‘berat’ dan kelihatan pendek.
Kini tubuh mungil bukan lagi halangan bagi sobat untuk berkreasi dalam memilih baju. Selamat memilih-milih baju.
Mar 6, 2013
Mengapa Ada Orang Berjerawat dan Ada yang Tidak?
Posted on 10:46 PM by Fariz Rayhan
Kalian boleh lega sedikit sob, karena tidak semua bakteri pada jerawat itu jahat.
Penelitian baru menemukan mikroba yang menyebabkan bentuk paling umum dari jerawat datang dalam dua jenis: "buruk" yang menyebabkan berbagai jerawat dan tipe "baik" yang menjaga kulit agar tetap bersinar.
Temuan itu, dibahas dalam edisi 28 Februari di “Journal of Investigative Dermatology”, dapat menjelaskan mengapa hanya satu dari lima orang yang berjerawat (padahal kulit setiap orang mengandung bakteri jerawat).
"Kami berharap menerapkan temuan kami untuk mengembangkan strategi baru yang menghentikan jerawat sebelum mereka mulai tumbuh," ujar pemimpin peneliti Huiying Li dari David Geffen School of Medicine di UCLA.
Bakteri hidung
Dalam studi tersebut, Li dan koleganya mengumpulkan bakteri jerawat, yang disebut Propionibacterium acnes, dari hidung sekitar 100 relawan. Setengah responden berjerawat dan setengahnya lagi berkulit bersih. Bakteri Propionibacterium acnes berada jauh di dalam pori-pori kulit, kadang-kadang mereka mengganggu sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan peradangan dan menghasilkan benjolan merah yang kita sebut jerawat.
Dari sampel hidung, para peneliti menyusun genom dari 66 jenis bakteri Propionibacterium acnes. Mereka tertarik pada gen unik dari masing-masing varietas yang mungkin akan membedakan kulit bersih dan berjerawat.
"Dua jenis unik dari P. acnes muncul di kulit satu dari lima relawan yang berjerawat, tetapi jarang ada pada orang berkulit bersih," ujar Dr Noah Craft, ahli kulit dan direktur Center for Immunotherapeutics Research di LA BioMed di Harbor — UCLA Medical Center. Berikutnya datang kejutan lain: jenis ketiga sering muncul pada sukarelawan dengan kulit yang sehat, tetapi jarang pada mereka yang berjerawat.
"Kami menduga jenis ketiga mengandung mekanisme pertahanan alami yang memungkinkan untuk mengenali penyerang dan menghancurkan mereka sebelum mereka menginfeksi sel bakteri," ujar Li dalam sebuah pernyataan.
Membunuh jerawat
Para peneliti berpikir bahwa meningkatkan jenis P. acnes yang “baik” dalam tubuh, mungkin dalam bentuk krim, dapat menghentikan jerawat.
"Jenis P. acnes tersebut mungkin bisa melindungi kulit, seperti bakteri hidup dalam yoghurt yang membantu mempertahankan usus dari bakteri berbahaya," ujar Li. "Langkah selanjutnya adalah menyelidiki apakah krim probiotik dapat menghentikan bakteri jahat dari menyerang kulit dan mencegah jerawat sebelum mereka tumbuh."
Penelitian anti-jerawat lainnya telah menunjukkan virus jinak yang disebut bacteriophages yang memakan bakteri dan tidak memakan sel manusia mungkin adalah kuncinya. Pada tahun lalu para ilmuwan melaporkan di jurnal “mBio” mereka telah menemukan bacteriophages yang hidup pada kulit Anda, yang bisa secara efektif membunuh P. acnes.
Penelitian baru menemukan mikroba yang menyebabkan bentuk paling umum dari jerawat datang dalam dua jenis: "buruk" yang menyebabkan berbagai jerawat dan tipe "baik" yang menjaga kulit agar tetap bersinar.
Temuan itu, dibahas dalam edisi 28 Februari di “Journal of Investigative Dermatology”, dapat menjelaskan mengapa hanya satu dari lima orang yang berjerawat (padahal kulit setiap orang mengandung bakteri jerawat).
"Kami berharap menerapkan temuan kami untuk mengembangkan strategi baru yang menghentikan jerawat sebelum mereka mulai tumbuh," ujar pemimpin peneliti Huiying Li dari David Geffen School of Medicine di UCLA.
Bakteri hidung
Dalam studi tersebut, Li dan koleganya mengumpulkan bakteri jerawat, yang disebut Propionibacterium acnes, dari hidung sekitar 100 relawan. Setengah responden berjerawat dan setengahnya lagi berkulit bersih. Bakteri Propionibacterium acnes berada jauh di dalam pori-pori kulit, kadang-kadang mereka mengganggu sistem kekebalan tubuh hingga menyebabkan peradangan dan menghasilkan benjolan merah yang kita sebut jerawat.
Dari sampel hidung, para peneliti menyusun genom dari 66 jenis bakteri Propionibacterium acnes. Mereka tertarik pada gen unik dari masing-masing varietas yang mungkin akan membedakan kulit bersih dan berjerawat.
"Dua jenis unik dari P. acnes muncul di kulit satu dari lima relawan yang berjerawat, tetapi jarang ada pada orang berkulit bersih," ujar Dr Noah Craft, ahli kulit dan direktur Center for Immunotherapeutics Research di LA BioMed di Harbor — UCLA Medical Center. Berikutnya datang kejutan lain: jenis ketiga sering muncul pada sukarelawan dengan kulit yang sehat, tetapi jarang pada mereka yang berjerawat.
"Kami menduga jenis ketiga mengandung mekanisme pertahanan alami yang memungkinkan untuk mengenali penyerang dan menghancurkan mereka sebelum mereka menginfeksi sel bakteri," ujar Li dalam sebuah pernyataan.
Membunuh jerawat
Para peneliti berpikir bahwa meningkatkan jenis P. acnes yang “baik” dalam tubuh, mungkin dalam bentuk krim, dapat menghentikan jerawat.
"Jenis P. acnes tersebut mungkin bisa melindungi kulit, seperti bakteri hidup dalam yoghurt yang membantu mempertahankan usus dari bakteri berbahaya," ujar Li. "Langkah selanjutnya adalah menyelidiki apakah krim probiotik dapat menghentikan bakteri jahat dari menyerang kulit dan mencegah jerawat sebelum mereka tumbuh."
Penelitian anti-jerawat lainnya telah menunjukkan virus jinak yang disebut bacteriophages yang memakan bakteri dan tidak memakan sel manusia mungkin adalah kuncinya. Pada tahun lalu para ilmuwan melaporkan di jurnal “mBio” mereka telah menemukan bacteriophages yang hidup pada kulit Anda, yang bisa secara efektif membunuh P. acnes.
Mar 3, 2013
10 Info Tentang Bayi
Posted on 10:34 PM by Fariz Rayhan
1.
Sekitar usia 3 bulan, bayi mulai menelan air ketuban dan
mengeluarkannya kembali sebagai air kencing. Ini untuk melatih sistem
pencernaannya.
2. Bayi bisa menangis sejak di dalam perut sang
ibu. Sekitar usia 3 bulan, pita suara mulai terbentuk dan bayi mulai
menangis tetapi dalam diam.
3.
Awal usia 4 bulan, bayi mulai menerka ruang di sekelilingnya. Dia mulai
bermain dengan tali pusarnya, menghisap ibu jarinya sendiri, menendang
sekelilingnya dan berputar-putar dalam kantungnya. Tetapi pada umumnya
ibu yang baru pertama kali hamil tidak akan menyadari pergerakan bayi
hingga usia 5 bulan.
4. Ketika usianya memasuki 4 bulan, bayi
akan mulai tersedu untuk melatih sistem pernafasan. Bila bayi tersedu,
ibu bisa merasakan getaran halus atau denyut halus di perut.
5.
Pada usia 5 bulan, bayi mulai memberi reaksi kepada bunyi di luar perut
ibunya dan akan menutup telinga dengan tangannya sendiri apabila
mendengar bunyi kuat.
6. Sekitar usia 6 bulan, memori bayi mulai terbentuk dan bayi dapat mengingat dan mengenali suara ibu bapaknya.
7. Seperti kita, bayi di dalam perut juga bermimpi pada usia 7 bulan. Aktivitas mimpi ini akan melatih perkembangan otak bayi.
8. Apabila otaknya sudah terbentuk, bayi akan dapat merasakan sakit
sejak di dalam kandungan. Apabila ibu tertekan atau stres, emosinya juga
terganggu dan mempengaruhi perkembangan mentalnya.
9. Saat
indera perasanya terbentuk, bayi juga dapat merasakan makanan yang
dimakan oleh ibunya dan bisa mengerutkan dahinya dan memuncungkan
mulutnya sebagai reaksi pada rasa pelik makanan yang dimakan oleh ibu.
10. Saat lahir, pertama kali bayi membuka mata, anak matanya akan
membesar untuk menampakkan kelucuannya, untuk memikat hati orang di
sekeliling, terutama ibu bapaknya.
Subscribe to:
Posts (Atom)










